Celotehalafacebook - Kehidupan di dunia ini seperti film, Ada layar semesta yang luar biasa, membentang luas melebihi jauhnya mata memandang, dibawah biru langit yang indah dikala siang, penuh kemerlip bintang dan senyum sang bulan dikala malam tiba. semua serba teratur ; bidang edar planet-planet, pergantian siang dan malam, bahkan berputarnya waktu dari detik, menit dan jam. Segala sesuatu berbuat menurut fitrah dan takdirnya.
Dan ketetapan Allah pasti berlaku {QS. Annisa’: 47}
Diatas bumi ini setiap manusia menjadi peran utama memainkan film dilayar semesta, peran yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.
Setiap orang mempunyai peran masing-masing dan menerima skenario yang berbeda pula; perihal susah dan senangnya, airmata dan senyumnya, perihal kepedihan dan kegembiraannya serta hidup dan matinya, Namun anehnya kebanyakan orang melihat orang lain, kebanyakan orang membandingkan dirinya dengan orang lain dan dia melihat perannya tidak sebagus serta seindah orang lain.
Lalu apa yang terjadi? tanpa disadari akhirnya dia sendiri meletakkan atau menggangap orang lain menjadi peran utama, sedangkan dirinya sendiri menjadi pemain figuran, dan ketika menjadi figuran otomatis kompensasi yang didapat tidak seperti peran utama, nah itulah kekeliruan kita! Ingatlah setiap orang memiliki peran dan takdir masing masing, setiap orang mempunyai tanggung jawab masing-masing, sebab setiap orang adalah sebagai peran utama di layar semesta.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu {QS. At Thalaq: 3}
Seharusnya apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita usahakan, apapun yang kita ikhtiari saat dan detik ini selayaknya di kerjakan dengan tulus ikhlas dan dilaksanakan sepenuh hati, sebab saat melaksanakan hal itu kita melakukan peran utama, peran yang tidak mungkin diwakilkan kepada siapapun juga dan hanya diri kita sendiri yang menjalani.
Mungkin Anda tidak mendapatkan uang atau materi selayaknya orang lain. Namun yang pasti dijanjikan adalah kita mendapatkan kebahagiaan sejati yang muncul dari hati.
Apakah kamu tidak berpikir? {QS. Ali Imran:65}
Note_______________________________________
Oleh:
kunarbowo.blogspot.com
Jumat, April 06, 2012 |
Filed under
Menuju Titik Nol
|
Read More »
CeLoteh ALa FaceBOOK - Tiadakah anda berhikmah kepada selembar daun? Tiadakah anda belajar untuk merenungkannya? Pernahkan anda mencoba untuk menyingkap sedikit pengetahuan yang diselipkan Tuhan di dalamnya, memang ini merupakan hal sepele dan jarang diperhatikan, perkara yang tidak bermutu dan tidak pula menarik selera.
Memang sifat manusia cenderung tertarik pada suatu hal y
ang menurutnya harus baik dan sempurna, sesuai dengan standar kualifikasi harapan, impian dan kehendaknya, baik dalam jumlah maupun kualitas, baik dalam bentuk maupun rupanya, oleh karena hal tersebut seringkali manusia lengah serta meremehkan hal sepele dan enggan untuk merenungkan secara mendalam apa tujuan Tuhan menciptakan berbagai macam makhluk, Apa tujuan Tuhan menciptakan perbedaan, andaikan kita bersedia untuk merenung, pada hakikatnya banyak pelajaran kaya akan hikmah pengetahuan
yang tidak kita dapatkan di bangku sekolahan.
Tiadakah terlintas untuk mempelajari isyarat Tuhan yang tersembunyi di balik makna dari selembar daun? Coba lihatlah sekeliling anda, amati dengan cermat hijaunya dedaunan, lihat lalu renungkanlah, apakah ada daun yang enggan terhadap cahaya sang surya? Apakah ada daun yang menolak sapaan matahari? Andai mereka menolak apa yang terjadi? Andai mereka enggan apa akibatnya? secara akademis anda tentu sudah tahu jawabannya.
Coba amati sekali lagi dengan seksama, bukankah dedaunan tersebut seakan menengadahkan dirinya kelangit guna bertemu matahari muka dengan muka?
seperti halnya ketika manusia menengadahkan kedua tangan guna berdoa kepada sang Pencipta semesta saat mengharap ridho dan ampunanNYA.
Mereka, dedaunan, selalu tawadu’ dan istiqomah, tiada pernah sekalipun melepaskan diri dari sang surya, mereka membutuhkan dan tergantung kepadanya walaupun sang surya sendiri tidak pernah membutuhkan mereka.
Kita sebagai manusia seringkali khilaf, kita seringkali lupa, tidak jarang lengah, bahkan hampir tiap waktu berlaku lalai.
Yang menjadi pertanyaan; kenapa kita sebagai manusia yang diciptakan sempurna dan di nugerahi akal untuk berpikir tidak berusaha mencoba berkaca dan berhikmah kepada selembar daun?, seharusnya kita berlaku seperti mereka yang selalu menengadahkan dirinya kearah sang surya,
seharusnya kita sebagai ciptaan selalu membutuhkan kehadiran Tuhan, seharusnya kita sebagai makhluk selalu menggantungkan diri kepada sang Pencipta dan seharusnya kita sebagai manusia selalu sujud dan tunduk terhadap segala perintah dan larangan-NYA.
Belajar berhikmah kepada selembar daun…
Note_______________________________________
Oleh:
kunarbowo.blogspot.com
Jumat, April 06, 2012 |
Filed under
Menuju Titik Nol
|
Read More »
Wahai yang lagi terperangkap diruang bosan dengan kehidupan, yang putus asa lagi menangis darah, yang mati enggan namun hidup pun tak mau, yang lagi terhimpit kesusahan, yang terluka, yang dikhianati, yang disakiti dan yang tidak dipedulikan, yang dianggap sampah dan yang dipermainkan. Yang difitnah lagi di cemo-oh, disana ada kemenangan yang nyata, yang belum pernah terbayang dan belum pernah diperlihatkan, pertolongan Allah semakin dekat, jalan keluar dari semua kesusahan, dan kemudahan setelah kesulitan.
(sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya {QS. Ar Rum:6}
Dalam kepedihan yang anda rasakan, tersembunyi jalan pemecahan, dalam musibah dan pahitnya kehidupan, ada suatu hal yang menyebabkan anda terselamatkan dari musibah itu sendiri, suka atau tidak bukan menjadi soal, justru dalam suatu hal yang tidak anda sukai terdapat suatu rahasia dari-NYA berupa kenikmatan dan kebaikan.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu {QS. Albaqarah: 216}
Telah tiba waktunya anda menelanjangi keraguan dan menggantinya dengan keyakinan, penyelewengan nurani dengan kebenaran, kuranglurusnya pemikiran dengan hidayah, gelapnya jalan dengan terang pelita-NYA.
Renungkanlah, waktu tidak selamanya gelap, cuaca tidak selamanya panas, semua pasti berlalu, tenangkan diri anda sebab semua itu telah dikehendaki-NYA, Allah Maha Bijaksana pasti memberikan jalan keluar, ada penyakit pasti ada pula obat, ada racun kepedihan pasti tersedia pula penawarnya, teguhkan hati, bulatkan tekad dan sempurnakan ihtiar.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan {QS. Alam Nasrah: 5}
Note_______________________________________
Oleh:
kunarbowo.blogspot.com
Jumat, April 06, 2012 |
Filed under
Menuju Titik Nol
|
Read More »

Pejuang sejati tidak akan terlahir di dunia yang tenang dan damai. Manusia-manusia yang hebat mustahil muncul dari orang yang tidak pernah sekalipun didera oleh cobaan dan ujian. Manusia yang tangguh tidak pernah terlahir dari yang tidak pernah ditimpa musibah.
Jadi bila Anda ingin naik kelas, jika anda ingin mendapat peringkat, jika anda berharap rating yang tinggi dan jika Anda ingin naik status, begitu Anda mendapat ujian, cobaan dan musibah sekalipun maka bergembiralah, bersyukurlah, bersuka citalah! Ada banyak hikmah dibalik itu semua, Karena itu pertanda bahwa Anda akan menjadi orang yang naik kelas, orang yang mendapat peringkat, orang yang ratingnya terus meningkat, orang yang hebat. Dan orang yang tangguh. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun menghindar dari masalah!, jangan pernah lari dari masalah, atur kembali barisan dan posisi lalu hadapilah.
Jangan bertingkah seperti burung onta, jangan seperti itu, renungkan dan cermati dengan bijak, Burung onta itu jika melihat sang binatang pemangsa mendekat kepadanya, maka dia masukkan kepalanya ke dalam pasir, tapi badannya masih terlihat oleh binatang pemangsa itu. Akhirnya ia dimangsa oleh binatang pemangsa itu.
Apakah kamu tidak berpikir? {QS. Ali Imran 65}
Demikianlah hikmah yang bisa diambil, jangan pernah Anda menghindar dan Jangan pula kemudian pura-pura Anda tidak tahu, cermin tentang burung onta tadi hanya untuk kaum yang berpikir, selesaikan masalah dengan bijak, dengan teliti dan dengan kehati-hatian dalam menentukan sikap. Rapatkan barisan dan rapikan posisi, Hadapi dia! Anda akan menjadi orang hebat, dan anda akan menjadi orang yang mendapatkan peringkat.
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. {QS. At Taghaabuun: 11}
Jumat, April 06, 2012 |
Filed under
Komunitas,
Menuju Titik Nol
|
Read More »
CeLoteh ALa FaceBOOK - Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan tujuan jelas dan nyata, tiada satu-pun ciptaan-NYA itu sia-sia belaka dan juga tiada satu hal apapun di muka bumi ini dan atau diluasnya angkasa hadir tanpa kejelasan skenario muncul secara tiba-tiba, sangat jelas dan tegas bahwa semua mempunyai tugas, semua memiliki kewajiban dan hak yang berbeda, sesuai dengan sunnah dan ketentuan dari-NYA pula.
Matahari beredar pada porosnya, bumi, bulan dan semua galaksi mempunyai kejelasan dan keteraturan, mereka adalah contoh ciptaan Tuhan yang senantiasa konsisten kepada tugasnya, tidak melanggar antara satu dengan yang lain. Matahari tidak menggeser bulan, bumi juga tidak pernah iri terhadap kedudukan matahari, semua galakasi tetap pada bidang edarnya, tentunya dengan konsekwensi berbeda pula antara satu dengan yang lainnya.
Mereka adalah makhluk yang diciptakan dalam kepatuhan, mereka adalah cermin hikmah bagi manusia namun jarang sekali kita mencoba untuk merenungkan hakekat yang tersembunyi dibalik keberadaannya, mereka adalah contoh ciptaan yang senantiasa taat ketika menjalankan ketentuan-NYA.
Mungkin ada yang mencoba untuk menyangkal dengan mengatakan “mereka itu kan makhluk yang tidak bisa bicara, mereka hanya sebuah benda, mereka adalah benda mati” dan sejuta alasan lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Berbeda manusia berarti berlainan pula cara berfikir dan bagaimana bersikap, sebab hal tersebut tentunya dilatar belakangi oleh tingkat pemahaman, perbedaan jenjang pendidikan, juga tergantung kepada tidak samanya kemampuan dalam menyerap dan mencerna pengetahuan yang di suguhkan oleh sang Pencipta.
Lalu apa yang dapat kita petik dari sekilas info diatas? Kita, manusia, diciptakan dengan segenap kesempurnaan, kita di ciptakan dengan segala kelengkapan, tentu hal tersebut yang membuat kita unggul dari semua ciptaan Tuhan di alam raya ini.
Manusia memiliki telinga untuk mendengarkan, sedangkan mereka tidak mempunyai, manusia mempunyai mata untuk melihat sedangkan mereka tidak memiliki, manusia mempunyai hati untuk merasakan kebenaran sedangkan mereka tidak di anugerahi. Lalu kenapa anda tidak bersyukur? Lalu kenapa anda memunafiki kebenaran yang ada dan atau seolah tidak mau tahu kebenaran yang sebenar-benarnya?
Mereka saja yang tidak mempunyai pendengaran, tidak memiliki penglihatan dan tidak di anugerahi hati tetap konsisten menjalankan fitrahnya, tetap konsisten menunaikan kewajibannya, dan tidak pernah lengah maupun lalai dalam melaksanakan tugasnya. Kenapa kita manusia seringkali lalai dan enggan menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan-NYA?
Coba bayangkan, andaikan matahari enggan menjalankan tugas, apa akibat yang bakal terjadi di alam semesta ini? bagi seluruh makhluk dan juga bagi kehidupan manusia, andaikan sang bulan melanggar fitrahnya lalu apa yang akan terjadi terhadap keseimbangan alam ini? andaikan galaksi itu se enaknya sendiri atau dalam bahasa jawa kerennya “sak karepe dhewe” akibat apa yang ditimbulkan jika mereka bersikap arogan dan main geser terhadap keteraturan tata surya?
Maka dari itu mari berhikmah, saya, anda dan kita semua harus berusaha menunaikan tugas sebagai seorang hamba dengan sebaik-baiknya, jangan pernah berbuat onar, jangan sekalipun melanggar ketentuan yang telah di ajarkan lewat nabi-NYA, jangan pernah merebut hak dari yang berhak menerimanya, jangan sekalipun memandang bahwa “aku” adalah manusia yang paling unggul, paling mulia, paling hebat, paling berhak dibandingkan dengan manusia lainnya oleh karena kedudukan yang dimiliki, kekayaaan yang di punyai dan nama besar yang disandang.
Ingatlah; saya, anda, dan kita semua adalah sama, sebanding dan sejajar, kita hanyalah makhluk yang diciptakan-NYA, maka dari itu jangan saling merendahkan, jangan saling memperolok, jangan saling menghina, pegang teguh kebenaran, berikan hak kepada yang berhak memilikinya, tunaikan kewajiban sesuai dengan porsinya dan berikan keadilan sesuai dengan tanggung jawabnya.
Ingatlah; saya, anda dan kita semua ini tidak mempunyai kebanggaan yang patut untuk dibanggakan, tidak mempunyai tempat untuk menyuarakan keangkuhan, juga tidak memiliki hak untuk mengunggulkan kemuliaan.
Mari merenung bersama; saya, anda dan kita semua kemana-mana selalu membawa kotoran, yang belum sempat di keluarkan, semua orang tanpa terkecuali menyimpan kotoran yang nyata, yang pasti dikeluarkan saat buang air besar maupun kecil, itu baru yang kelihatan belum yang tersembunyi (keburukan berakibat dosa). Maka dari itu jangan sekalipun menyombongkan diri, jangan sekalipun memandang hina orang lain dan jangan pernah mengingkari hak dan kewajiban yang telah di anugerahkan oleh-NYA.
Mari berhikmah kepada keteraturan, mari bercermin dari makhluk ciptaan Tuhan diatas yang tetap konsisten pada tugasnya. Dengan adanya keteraturan, dengan adanya keseimbangan, dan dengan tetap berpegang teguh pada kebenaran maka segala sesuatu dapat berjalan indah sesuai fitrah dan ketentuan-NYA
" Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan HATI ". (Tetapi) AMAT SEDIKIT KAMU BERSYUKUR. (QS. Al Mulk:23)
Note_______________________________________
Jumat, April 06, 2012 |
Filed under
Menuju Titik Nol
|
Read More »