Maylan Soplanit Muallaf Ambon yang Rela Berhijrah Demi Memeluk Islam

AMBON (voa-islam) - Lahir dari keluarga Nasrani yang taat ternyata tidak menghalangi Maylan Soplanit (26 tahun) untuk menyambut hidayah Allah. Mayland yang lahir di Ambon pada tanggal 22 Desember 1986  memilih masuk Islam karena panggilan hati.
Ketika voa-islam menanyakan kepadanya alasannya menjadi muallaf? Wanita yang awalnya  bermukim di desa Soya mengatakan bahwa ia masuk Islam karena adanya keinginan yang kuat dalam hatinya. Maylan mengaku  sebenarnya ia memeluk Nasrani karena kebetulan orang tuanya nasrani. Padahal setelah mengerti, ia lebih memilih Islam sebagai agamnya.

Keinginan Maylan untuk masuk islam kemudian disampaikan kepada temannya seorang muslimah yang bermukim di daerah STAIN desa Batumerah, Ambon.

Pada hari Sabtu (31/3/2012) pukul 19.45 WIT dengan bimbingan ustadz Abu Fida dan disaksikan oleh imam Masjid Kampung Kahena desa Batumerah, Ambon serta beberapa warga muslim lainnya, Maylan mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ia masuk Islam.

Sebelum diikrarkannya dua kalimat syahadat ustadz Abu Fida menjelaskan kepada Maylan bahwa  seseorang menjadi muslim tidak cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan ber-KTP Islam  saja, namun ada konsekwensi-konsekwensi dan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan seperi shalat, puasa, zakat dan lainnya.

Ustadz Abu Fida mengimbau kepada Maylan bahwa setelah menjadi mullaf, ia harus mempelajari Islam agar bisa menjadi seorang muslimah yang baik. Setelah mendapatkan penjelasan singkat tentang ajaran Islam dan konsekwensinya sebagai seorang muslim maka Maylan tetap pada pendiriannya untuk masuk Islam.
Maylan setelah menjadi seorang muslimah  mengganti namanya menjadi Maryam. Kemudian sebagai  bekal pembinaan dalam mempelajara Islam Maryam akan dibimbing oleh seorang ustadzah yang bermukim di daerah STAIN desa Batumerah bersama-sama beberapa mualaf yang lain dalam satu kelompok pengajian.

Maylan yang sebelumnya bekerja di sebuah penginapan saat ini terpaksa memilih keluar kerja dan berhijrah ke daerah muslim (desa Batumerah). Hal tersebut dilakukan untuk menghindari teror dari orang-orang yang tidak senang dengan keislamannya dan juga agar ia bisa belajar Islam.

Wanita alumni SMU Negeri 2 Ambon yang berayahkan Adolf Soplanit dan beribu Sopia Muskita mengatakan meski kedua orang tuanya mungkin saja tak senang jika dirinya memeluk Islam, ia siap menerima konsekwensi dan juga siap menghadapi ujian setelah dirinya menjadi muslimah.
Mudah-mudahan Maylan soplanit yang telah berganti nama Maryam bisa istiqomah dalam keislamannya dan menjadi seorang muslimah yang baik. [AF]

| | Read More »

Hacker Palsukan Berita Di Situs Shahab, Tepis Dokumen Blokade Gaza

Gaza-PIP: Situs berita Shahab mengumumkan bahwa hacker yang berafilisi kepada gerakan Fatah berhasil menembus situs mereka dan melansir berita palsu.

Kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, Selasa (27/3/2012) sumber di situs Shahab menyatakan, situs Shahab dibobol hacker yang merilis pesan kepada pengunjung bahwa dokumen yang diungkap terkait pertemuan intelijen seputar pengetatan blokade Gaza beberapa hari lalu adalah tidak benar.

Sumber menegaskan bahwa pemalsuan berita itu untuk menutupi kejahatan konspirasi baru terhadap Gaza.
Sumber menyebutkan, pihak teknisi sedang berupa menutupi ruang yang ditebus hakcer, dan mengecam cara ini dalam berinteraksi dengan informasi. Kantor berita Shahab memperbarui penegasannya bahwa dokumen yang dilansirnya adalah benar, dan telah dikutip oleh ratusan media massa. (qm)

| | Read More »

Israel Bentuk Satuan Khusus Serang Wilayah Berpenduduk Palestina

Alquds – PIP: Sumber-sumber media zionis Israel mengungkapkan bahwa militer Israel telah membentuk satuan tempur baru yang tugasnya adalah menggempur komunitas penduduk Palestina, secara khusus, dengan roket-roket yang dianggap Israel memiliki akurasi mengenai target, menurut klaim pihak militer zionis Israel.

Surat kabar Ha’aretz edisi Selasa (3/4/2012), militer Israel sedang membentuk brigade khusus untuk menembakkan roket-roket ke arah wilayah padat penduduk. Menurut rencana ini, anggota brigade ini di bawah brigade artileri dan akan dimulai dari tahun 2013 depan dengan latihan militer, mulai dari penembakkan roket yang memiliki daya jangkau antara 30 hingga 40 kilometer ke arah wilayah berpenduduk Palestina, dengan dalih untuk memukul target militer.

Ha’aretz menyebutkan bahwa militer Israel telah mengkristalkan rencana melalui penyampaikan peringatan kepada penduduk di wilayah yang menjadi target saat mendekati waktu serangan dan menyampaikan kepada mereka melalui telepon pentingnya meninggalkan wilayah tersebut. Ini adalah cara yang digunakan militer selama agresi ke Jalur Gaza, yang dihadapi orang-orang Palestina dengan berkumpul di atas atap rumah yang menjadi target, hal ini yang mencegah terjadinya serangan. (asw)

| | Read More »

Bolehkah Sengaja Menampakkan Amal Shalih Agar Ditiru?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Ikhlas adalah harga mati dalam amal shalih yang tidak boleh ditawar. Tanpa ikhlas maka amal akan sia-sia dan Allah tidak akan menerimanya. Di antara sarana paling kuat untuk mewujudkannya adalah dengan tidak menampakkan amal kepada manusia. Karena jiwa itu mudah dan cepat berubah yang terkadang seseorang tak mampu mengontrolnya. Namun bukan berarti hal ini mengharamkan menampakkan amal secara total. Karena ada kalanya menampakkan amal itu malah mendatangkan manfaat besar bagi pelakunya, -selama ia bisa menjaga ikhlash- yakni pahala sebanyak orang yang mencontoh dan mengikuti amal baiknya tersebut.
Sebenarnya hukum asal dari beramal shalih adalah ditutupi, tidak ditampakkan. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 271)

Dan dalam hadits tujuh orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat yang tiada naungan kecuali naungan-Nya disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam salah satu dari mereka, "Dan laki-laki yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diperbuat tangan kanannya." (Muttafaq 'Alaih)
 . . ada kalanya menampakkan amal itu malah mendatangkan manfaat besar bagi pelakunya, -selama ia bisa menjaga ikhlash- yakni pahala sebanyak orang yang mencontoh dan mengikuti amal baiknya tersebut. . .
Imam Al-Bukhari membuat bab "Bab Shadaqah al-Sirr" (Bab Shadaqah secara tertutup) dan menyebutkan hadits tadi di bawahnya. Namun pada bab sebelumnya beliau juga membuat judul "Bab Shadaqah al-'Alaniyah" (Bab Shadaqah Secara Terang-terangan), lalu menyebutkan firman Allah Ta'ala,

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 274)

Hal ini menunjukkan bahwa menampakkan amal tidaklah dilarang sepenuhnya selama pelakunya mampu berlaku ikhlash. Walaupun menyembunyikan amal shalih akan lebih membuat ikhlas. Sikap para salaf telah menjadi buktinya, di antara contohnya ada beberapa sahabat Radhiyallahu 'Anhum yang menampakkan amal-amal mereka karena dibutuhkan.

Tersebut dalam Shahih Muslim, dari hadits Jarir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di pagi hari. Lalu datanglah satu kaum yang telanjang kaki dan telanjang dada berpakaian kulit domba yang sobek-sobek atau hanya mengenakan pakaian luar dengan menyandang pedang. Umumnya mereka dari kabilah Mudhar atau seluruhnya dari Mudhar. Lalu wajah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berubah ketika melihat kefaqiran mereka. Beliau masuk kemudian keluar, lalu memerintahkan Bilal untuk adzan. Bilal pun adzan dan iqamat, kemudian beliau shalat. Setelah selesai beliau berkhutbah seraya membaca ayat,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. Al-Nisa': 1)

Dan satu ayat di surat Al-Hasyar, " . . bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. ." (QS. Al Hasyr:18)
Bersedekahlah seseorang dari dinarnya, dirhamnya, pakaiannya, takaran sha’ gandumnya, takaran sha' kurmanya -sampai beliau berkata- walaupun separuh kurma.

Jarir berkata, ‘Lalu seorang dari Anshar datang membawa satu kantong yang hampir-hampir telapak tangannya tidak mampu memegangnya, bahkan tidak mampu’.
Jarir berkata: ‘Kemudian orang-orang silih berganti memberi sampai aku melihat makanan dan pakaian seperti dua bukit, sampai aku melihat wajah Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersinar seperti emas." (HR. Muslim)
. . . menampakkan amal tidaklah dilarang sepenuhnya selama pelakunya mampu berlaku ikhlash. Walaupun menyembunyikan amal shalih akan lebih membuat ikhlas. . .
Orang Anshar ini telah datang membawa sekantong yang hampir-hampir telapaknya tak cukup membawanya, bahkan tidak lagi cukup. Dan amal ini pastinya terlihat dan terdengar oleh orang-orang. Maka jika ada mashlahat (kebaikan) yang menuntut untuk menampakkan amal shalih, maka amal itu diperlihatkan untuk mewujudkan mashlahat itu saja, tidak lebih.

Hanya saja apabila seorang muslim atau muslimah menginginkan agar amalnya tersebut diikuti dan ditiru maka dia harus bersungguh-sungguh mengendalikan dirinya dan menundukkan hawa nafsunya, karena Syetan pasti akan berusaha memasukkan riya' atasnya. Wallahu A'lam. [PurWD/voa-islam]

| | Read More »

Inilah Rahasia Larisnya Tiket Konser ''Syetan'' Lady Gaga

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Lady Gaga direncakan akan menggelar konser di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 3 Juni mendatang. Walaupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan haram terhadap konser tersebut dengan alasan di setiap aksi panggungnya Lady Gaga selalu berpenampilan seksi dan menampilkan aksi pornografi. Namun sebanyak 40 ribu tiket yang disediakan promotor Big Daddy ludes terjual. (Lihat: detikhot, Selasa, 20/03/2012)

Bagi praktisi dakwah, ini satu fenomena menyedihkan. Para ulama tidak lagi didengar petuah dan nasihatnya. Bahkan dalam urusan halal-haram, Jawaban MUI disamakan dengan jawaban para artis. Dan lebih parah lagi, komentar-komentar para artis diangkat untuk menghakimi fatwa MUI.
Satu contohnya, VIVANEWS, pada Jum'at 23 Maret 2012 mengangkat komentar Indah Dewi Pertiwi, penyanyi sekaligus fans Lady Gaga yang akan tetap menyaksikan konser Lady Gaga, "Mau harganya mahal tetap gue beli. Ya jangan sampai dicekal lah, keren Lady Gaga sampai konser di sini," tuturnya.

Rahasia Larisnya Tiket Konser Syetan Lady Gaga 
Fenomena cukup miris, di mana banyak rakyat menjerit karena kemiskinan dan kesulitan hidup, sebagian anak negeri menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk berhura-hura menyaksikan tontonan haram Lady Gaga. Disebutkan 40 ribu tiket yang disedian telah ludes terjual jauh-jauh bulan. Padahal di sekitar banyak manusia yang membutuhkan uluran bantuan untuk mempertahankan hidup mereka. Sedikit manusia yang mau peduli dan ringan mengeluarkan infak membantu sesama. Padahal ini akan memberikan kebahagiaan hidup mereka di dunia maupun di akhirat.

Timbul pertanyaan, kenapa dalam acara-acara penuh maksiat manusia mudah mengeluarkan koceknya yang terbilang tidak sedikit?
Acara-acara maksiat dan tontonan haram seperti konser Lady Gaga termasuk bagian dari perbuatan buruk dan munkar. Sedangkan syetan, kerjanya menyuruh manusia  berbuat keji dan munkar, memotifasi dan menghiasinya.   
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ  إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ
"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah Syetan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.Sesungguhnya Syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 168-169)
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam Aisar Tafasir mengatakan, ". . . Allah memberitahu kepada mereka (manusia), di mana Dia adalah Tuhan mereka, bahwa syetan tidaklah menyuruh mereka kecuali yang membahayakan badan dan ruhani mereka serta keburukan. ."
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Dan Syetan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. Al-An'am: 43)
Mengeluarkan kocek lebih untuk mendapatkan tiket konser "syetan" Lady Gaga yang terbilang mahal termasuk bagian dari tabzir, yakni menhambur-hamburkan atau menyia-nyiakan harta untuk kebatilan dan perbuatan maksiat. Dan perbuatan tabzir termasuk perbuatan kufur terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menjadi amal rutin Syetan.
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra': 26-27)

Menurut Imam Qatadah, Tabzir (boros, menghambur-hamburkan atau menyia-nyiakan harta) berarti mengeluarkan biaya dalam kemaksiatan kepada Allah Ta'ala dan pada selain kebenaran (pada kebatilan), dan dalam perilaku merusak.
Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu menjelaskan makna tabzir dari ayat di atas, "Tabzir: berinfak bukan pada kebenaran." Ini pula pendapat yang dipilih Ibnu Abbas sebagaimana yang disebutkan Ibnu Katsir.  
Imam Mujahid berkata, "Kalau saja seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam kebenaran, maka ia bukan berbuat tabzir. Dan kalau saja ia menginfakkan satu mud yang bukan pada kebenaran, ia telah berbuat tabzir." (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Sedangkan orang-orang yang berbuat tabzir itu menjadi teman syetan dalam perbuatan tabzirnya, kebodohan, meninggalkan ketaatan kepada Allah, dan melakukan perbuatan maksiat kepada-Nya. Karena tabiat syetan adalah menentang Allah dan mengingkari nikmat Allah kepadanya. Syetan juga tidak mengerjakan ketaatan kepada-Nya, bahkan sebaliknya ia terus berbuat maksiat kepada Allah dan menyalahi perintah-Nya.
Syaikh Al-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan, "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan", karena syetan tidak menyeru (mengajak) kecuali kepada perilaku buruk, ia menyeru manusia untuk bakhil dan pelit. Jika manusia tidak mematuhinya, maka syetan menyeru untuk berbuat berlebihan dan menyia-nyiakan harta."
. . syetan tidak menyeru (mengajak) kecuali kepada perilaku buruk, ia menyeru manusia untuk bakhil dan pelit. Jika manusia tidak mematuhinya, maka syetan menyeru untuk berbuat berlebihan dan menyia-nyiakan harta. . .
Akibat Buruk Perbuatan Tabzir
Syaikh Khalid bin Abdillah al-Mushlih, -guru besar bidang Fikih di fakultas Syariah, di Jami'ah al-Qashiim- menuturkan, bahwa perbuatan berlebihan dan tabzir adalah penyakit mematikan yang merusak umat dan masyarakat, menghancurkan harta dan kekayaan, ia menjadi sebab datangnya siksa dan musibah yang di dunia maupun di akhirat.
Beliau menambahkan, berlebihan (menghamburkan harta) menyebabkan pelakunya menjadi sombong di muka bumi. Karennaya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Makan, minum, bersedekah, dan pakailah baju selama tidak disertai israf (berlebihan) dan kesombongan." (HR. Ahmad, al-Nasai, dan Ibnu Majah)
. . . berlebihan dan tabzir adalah penyakit mematikan yang merusak umat dan masyarakat, menghancurkan harta dan kekayaan, ia menjadi sebab datangnya siksa dan musibah yang di dunia maupun di akhirat. . .
Berat Berinfak Tapi Ringan Bermaksiat
Syetan senantiasa menghalangi manusia dari kebaikan dari menjalankan ketaatan, salah satunya dalam mengeluarkan infak. Syetan menakut-nakuti dengan kemiskinan agar manusia menjadi pelit dan tidak menginfakkan hartanya. Namun sebaliknya, dalam urusan kemaksiatan tidak demikian. Seseorang akan lebih ringan mengeluarkan hartanya untuk kemungkaran dan kemaksiatannya. Sebabnya, Syetan memotifasi, mendorong, dan menghiasi perbuatannya tersebut.   
Allah Ta'ala berfirman,
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 168)

Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah Ta'ala, " Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan", maksudnya: ia menakut-nakuti kalian dengan kefakiran supaya kalian tetap menggenggam tangan kalian, sehingga tidak menginfakkanya dalam keridhaan Allah.
"Dan menyuruh kamu berbuat buruk", maksudnya: bersama larangannya kepada kalian dari berinfak karena takut miskin, Syetan menyuruh kalian dengan kemaksiatan, perbuatan dosa, keharaman, dan menyalahi perintah al-Khallaq (pencipta; yakni Allah Ta'ala)."   
Al-Jazairi berkata dalam menafsirkan "Dan menyuruh kamu berbuat buruk": dia (Syetan) menyeru kalian untuk mengerjakan perbuatan buruk, di antaranya bakhil dan kikir. Karenanya Allah Ta'ala memperingatkan para hamba-Nya dari syetan dan godaannya, lalu mengabarkan bahwa Syetan menjanjikan dengan kefakiran, artinya: menakut-nakuti mereka dengan kemiskinan sehingga mereka tidak mengeluarkan zakat dan shadaqah. (sebaliknya) ia menyuruh mereka untuk berbuat buruk sehingga mengeluarkan harta mereka dalam keburukan dan kerusakan, serta bakhil mengeluarkannya untuk kebaikan dan kemaslahatan umum."

Nasihat dan Penutup
Perbuatan haram, maksiat dan kemungkaran diiringi rasa bangga pelakunya. Kenapa? Karena Syetan ikut serta mendorong, memotifasi dan menghiasi perbuatan buruk tersebut. Bahkan untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar, biasanya, pelakunya tidak merasa berat. Ini juga karena ada peran Syetan di dalamnya.
Berbeda dengan perbuatan baik dan amal shalih, Syetan senantiasa menghalangi dan menakut-nakuti hamba yang ingin mengerjakannya. Begitu juga untuk berinfak dalam kebaikan, syetan menakut-nakuti dengan kemiskinan. Sehingga beratlah orang untuk berinfak, jikapun tetap berinfak, -umumnya, kecuali orang yang dirahmati Allah- alokasi dana untuknya tidak sebanding yang dikeluarkan untuk kemaksiatannya.

Sebagai orang beriman akan akhirat, kita harus senantiasa ingat, bahwa setiap perbuatan kita ada pertanggungjawabannya di akhirat. Urusan uang termasuk di dalamnya. Seseorang akan ditanya oleh Tuhannya tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia gunakan? Karenanya siapa yang sudah terlanjur membeli tiket konser Haram Lady Gaga segeralah bertaubat kepada Allah sebelum kematian menghampiri Anda. Kembalikan itu tiket dan minta kembali uang Anda sebagai bentuk nyata penyesalan Anda. Semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua, Amiin. [PurWD/voa-islam.com]

| | Read More »